Minggu, 10 April 2011

Rossi Puas dengan Uji Coba GP12


JEREZ, KOMPAS.com — Valentino Rossi mendapat kesempatan pertama untuk merasakan Ducati GP12 yang dipersiapkan untuk menghadapi MotoGP 2012. "The Doctor" melakukan uji coba mesin versi baru berkapasitan 1.000 cc tersebut di Sirkuit Jerez, Spanyol, Jumat (8/4/11) waktu setempat.

Saya suka GP12 ini. Menurut saya, ini lebih menyenangkan. Ini adalah pertama kalinya kami berada di trek sehingga kami memiliki beberapa pekerjaan yang harus dilakukan. Tetapi mesinnya lebih bagus
-- Valentino Rossi

Motor tersebut diberi seragam lengkap Marlboro dan satu perubahan yang paling mencolok dibandingkan dengan Desmosedici GP11 adalah penambahan knalpot slash-cut.

Mulai musim 2012, ada pertarungan baru yang mengizinkan penggunaan ukuran mesin maksimum 1.000 cc. Untuk saat ini, mesin yang digunakan di kelas MotoGP adalah 800cc. Meskipun demikian, belum ada konfirmasi selengkapnya, apakah boleh menggunakan sepenuhnya ukuran maksimum 1.000 cc tersebut.

Meskipun demikian, Ducati sudah mulai mengadakan uji coba mesin baru itu. Hanya saja, karena tim uji Ducati sedang konsentrasi untuk mengembangkan mesin GP11, Rossi dibantu oleh beberapa mekanik balap timnya dan insinyur untuk tes GP12 itu.

Juara dunia tujuh kali MotoGP tersebut memulai aksinya di atas GP12 setelah pukul 11.00. Dia mencobanya selama enam putaran. Karena tak ada masalah, uji coba itu berlanjut di mana Rossi berhasil melahap 50 putaran.

"Saya senang," ujar Rossi usai uji coba tersebut. "Saya suka GP12 ini. Menurut saya, ini lebih menyenangkan, lebih menyenangkan untuk ditunggang. Ini adalah pertama kalinya kami berada di trek sehingga kami memiliki beberapa pekerjaan yang harus dilakukan. Tetapi mesinnya lebih bagus."

"Ini sangat menyenangkan, dan Anda dapat melakukan beberapa slide yang bagus. Ini adalah motor yang akan kami gunakan pada musim depan. Jadi sangat penting–dan juga sangat bagus–menjadi orang pertama yang tampil di trek."

Ducati menjadi tim pertama yang memberikan kesempatan kepada para pebalapnya untuk mencoba motor 2012. Setelah Rossi melakukannya pada hari Jumat, giliran Nicky Hayden (juara dunia 2006) yang mencoba GP12 di Jerez pada Sabtu.

"Kami memilih para pebalap dari pabrik kami–hari ini Vale, besok Nicky–untuk lebih dulu mencoba motor dalam tes pertama ini karena kami pikir masukan mereka sangat penting untuk memulai pekerjaan kami dalam pengembangan ke arah yang benar," ujar bos teknik Ducati, Filippo Preziosi.

"Bisa bekerja dengan Vale selama sehari penuh lebih merupakan permintaan dari kebanyakan teknisi. Kami mengumpulkan masukan yang akan kami terjemahkan ke desain lebih lanjut dan pengembangan untuk motor tahun depan."

"Hal yang positif adalah bahwa pilihan teknis dibuat untuk GP12 dalam tahap perencanaan awal, pada tahun 2010–dan aku merujuk terutama untuk mesin, yang masih big-bang, dan sampai ke paling belakang–yang didukung oleh Valentino."

"Ini memberikan kami kepuasan yang besar, dan kami optimistis tentang pekerjaan yang masih harus dilakukan. Kami tahu bahwa pesaing kami juga bekerja keras untuk mengembangkan motor 2012 mereka, tetapi itu justru membuat tantangan yang lebih baik. "

Akhir pekan lalu, Hayden membawa Ducati untuk pertama kalinya naik podium pada MotoGP musim 2011 dalam balapan basah di Jerez. Ketika Rossi jatuh saat akan menyalip Casey Stoner untuk memperebutkan posisi kedua, Hayden justru bisa mengambil keuntungan dari kecelakaan yang dialami beberapa pebalap di depan sehingga dia finis ketiga.

Jumat, 08 April 2011

FIM Evaluasi Marshal Jerez


VIVAnews - Federasi Sepeda Motor Internasional (FIM) akan mengevaluasi kinerja marshal di MotoGP Spanyol menyusul insiden yang melibatkan rider Repsol Honda Casey Stoner dengan andalan Ducati Valentino Rossi.

Kedua rider tersebut mengalami kecelakaan saat balapan di Jerez, Minggu 3 Maret 2011, menyisakan 21 lap di tikungan pertama, dan Stoner protes setelah marshal balapan lebih memilih untuk membantu Rossi kembali ke trek daripada dirinya.

Rossi akhirnya bisa finis di posisi lima, sedangkan Stoner tidak menyelesaikan balapan. Padahal diyakini Stoner bisa melanjutkan balapan jika mendapatkan bantuan yang serupa dengan Rossi.

"Ketika saya melihat ke belakang, hanya ada satu orang yang mendorong motor saya, sisanya kembali ke pos mereka. Apa yang saya harus lakukan dengan itu? Saya pikir seharusnya kami bisa mendapatkan poin yang bagus, karena motor tidak mengalami kerusakan," kilah Stoner usai balapan.

Merespon protes Stoner, FIM, Selasa 5 April 2011, menegaskan pihaknya akan mengevaluasi marshal atas kejadian tersebut. Meski begitu, FIM memastikan hasil balapan tidak akan berubah.

Dalam pernyataan resminya seperti dilansir Autosport, FIM menegaskan:

"Menyusul kecelakaan antara Rossi dan Stoner saat MotoGP di Spanyol, 3 April 2011, di Jerez, Race Direction telah memutuskan untuk melakukan dengar pendapat dengan panitia dan kepala marshal guna mengevaluasi insiden tersebut dan mendengar penjelasan dari ofisial balapan."

"Karena fakta bahwa keputusan akhirnya Race Direction tidak akan mempengaruhi hasil balapan, rapat dengar pendapat itu akan dilakukan di Estoril, Portugal, 28 April 2011." (eh)

• VIVAnews

Terjatuh di Jerez, Rossi Minta Maaf


VIVAnews - Juara dunia Moto GP tujuh kali, Velentino Rossi mengalami kecelakaan saat tampil di Sirkuit Jerez, Spanyol, Minggu, 3 April 2011. Rossi merasa menyesal karena membuang kesempatan untuk naik podium.

Mengawali lomba dari posisi ke-7, Rossi memang tampik kompetitif saat tampil di Jerez, Spanyol. Setelah tujuh lap, Rossi berhasil mengejar pimpinan lomba, Marco Simoncelli, Casery Stoner and Jorge Lorenzo.

Sayang, perjuangan Rossi terganggu ketika dirinya terjatuh saat lomba menyisakan 21 lap lagi. Berniat hendak menaklukkan tikungan, Rossi yang berada di depan Stoner tiba-tiba tergelincir dan mencium aspal.

Insiden ini menyeret Stoner yang kini membela tim Repsol Honda. Pembalap asal Australia itu juga ikut mencium aspal setelah sepedamotor Rossi menghantam bagian depan tunggangannya.

Usai kejadian, Rossi langsung mendapat bantuan dari marshal lomba yang ada di pinggir lintasan. Juara dunia Moto GP tujuh kali itu pun berhasil melanjutkan lomba sampai akhirnya finish di posisi kelima.

Sebaliknya, Stoner tak bernasib semujur Rossi. Mantan juara dunia 2007 itu harus berjuang sendiri untuk mengembalikan sepedamotornya ke lintasan namun gagal sehingga tak bisa melanjutkan balapan.

Usai lomba, Rossi pun meminta maaf atas insiden ini. Namun bukan karena telah membuat Stoner gagal finish, melainkan karena telah membuang peluang untuk naik podium bersama tim barunya, Ducati.


"Hari ini, saat sirkuit basah saya sebenarnya punya kesemptan untuk naik podium dengan Ducato, atau bahkan bisa finish pertama," kata Rossi seperti dilansir Crash.net usai lomba, Minggu, 3 April 2011.

"Sejak kekuatan saya belum pulih, hari ini saya merasa dua-duanya-bahu dan motor-sangat baik di banding saat saya bertarunhg di lintasan kering. Saya bisa mengerem di mana pun saya mau," lanjut Rossi.

"Sepedamotor ini sangat cepat di lintasan basah. Saya melajud engan baik, dan saya minta maaf telah melakukan kesalahan yang membuat peluang saya untuk naik podium terbuang," pungkas The Doctor.

• VIVAnews

Hasil Race MotoGP Jerez-Spanyol

VIVAnews - Rider Yamaha, Jorge Lorenzo, menjuarai MotoGP Spanyol melalui balapan yang dramatis, Minggu 3 April 2011. Casey Stoner gagal finis, sedangkan Valentino Rossi meraih posisi kelima meski sempat kecelakaan.

Stoner (Repsol Honda) memimpin di awal balapan, disusul Lorenzo dan Simoncelli. Rossi, yang harus start dari posisi 12, berhasil menyodok hingga posisi empat. Balapan menyisakan 22 lap, Simoncelli sukses melewati Lorenzo dan Stoner untuk memimpin balapan. Satu lap kemudian giliran Rossi yang melewati Lorenzo untuk menempati posisi ketiga.

Drama terjadi satu lap kemudian. Saat ingin melewati Stoner di tikungan pertama, Rossi justru kehilangan keseimbangan dan motornya mengenai motor Stoner. Kedua mantan juara dunia MotoGP itu akhirnya jatuh bersamaan.

Stoner semakin berang setelah penjaga sirkuit di pinggir justru lebih membantu Rossi untuk mendorong motor ketimbang dirinya. Rider asal Australia itu akhirnya tidak bisa melanjutkan balapan.

Usai peristiwa tersebut, Simoncelli unggul cukup jauh di depan Lorenzo. Namun ironis bagi rider asal Italia tersebut, Simoncelli kembali menjadi korban tikungan pertama setelah mengalami kecelakaan saat balapan menyisakan 16 lap.

Lorenzo pun dengan leluasa memimpin jalannya balapan. Kecelakaan yang dialami Andrea Dovizioso, membuat Dani Pedrosa menyodok ke posisi dua setelah sebelumnya melorot ke posisi 10. Dovizioso bisa melanjutkan balapan setelah sempat masuk pit.

Rider Yamaha Ben Spies sempat melewati Pedrosa, namun saat balapan menyisakan tiga lap, rider asal Amerika Serikat itu juga mengalami kecelakaan. Lorenzo akhirnya finis di posisi pertama, disusul Pedrosa dan rider Ducati Nicky Hayden.

Rossi yang sempat mengalami kecelakaan meraih posisi kelima.


Hasil 27 Lap MotoGP Spanyol

Pos Rider Team/Bike Time/Gap
1. Jorge Lorenzo Yamaha 50m49.046s
2. Dani Pedrosa Honda + 19.339s
3. Nicky Hayden Ducati + 29.085s
4. Hiroshi Aoyama Gresini Honda + 29.551s
5. Valentino Rossi Ducati + 1m02.227s
6. Hector Barbera Aspar Ducati + 1m08.440s
7. Karel Abraham Cardion Ducati + 1m14.120s
8. Cal Crutchlow Tech 3 Yamaha + 1m19.110s
9. Toni Elias LCR Honda + 1m42.906s
10. John Hopkins Suzuki + 1m48.395s
11. Loris Capirossi Pramac Ducati + 1m51.876s
12. Andrea Dovizioso Honda + 1 lap

Tidak Finis:


Colin Edwards Tech 3 Yamaha 26 laps
Ben Spies Yamaha 24 laps
Randy De Puniet Pramac Ducati 16 laps
Marco Simoncelli Gresini Honda 11 laps
Casey Stoner Honda 7 laps

• VIVAnews

Kualifikasi MotoGP Jerez-Spanyol

Casey Stoner meraih pole position GP Spanyol, sehingga dia akan start dari posisi terdepan saat balapan pada Minggu (3/4/11). Dalam sesi kualifikasi di Sirkuit Jerez, Spanyol, Sabtu (2/4/11), pebalap Australia ini mencatat waktu terbaik 1 menit 38,757 detik.

Tim Repsol Honda tetap mendominasi sesi ini--sama seperti saat tiga kali latihan bebas sejak Jumat dan Sabtu. Pasalnya, di belakang Stoner, yang sempat jatuh menjelang kualifikasi berakhir, ada rekan setimnya, Dani Pedrosa, yang hanya terpaut 0,158 detik.

Gap waktu antara tiga posisi terdepan tidak terlalu jauh. Sebab, juara dunia Jorge Lorenzo (Yamaha), yang akan start dari posisi tiga, hanya berselisih tipis 0,161 detik dengan Stoner. Dari hasil ini bisa dipastikan bakal terjadi pertarungan ketat pada balapan nanti, antara tiga pebalap yang menempati grid pertama tersebut.

Tim Yamaha juga memberikan sinyal bakal menjadi ancaman bagi Honda pada seri kedua MotoGP 2011 ini. Sebab, di belakang duo Repsol Honda tersebut ada dua pebalap Yamaha, menyusul keberhasilan Ben Spies berada di posisi empat.

Hasil buruk justru diraih Valentino Rossi, karena dia terpuruk di urutan 12. Padahal, pebalap Ducati ini sudah menunjukkan tanda-tanda bakal kompetitif di salah satu sirkuit favoritnya tersebut--Rossi sudah enam kali juara kelas premier di Jerez--karena selama tiga kali latihan bebas, dia berturut-turut menempati posisi 3-5-6.

Tampaknya, kecelakaan di Tikungan 8 pada awal sesi kualifikasi ini yang membuat performa "The Doctor" menjadi menurun. Ban juga mungkin menjadi salah satu faktor penghambatnya untuk mencatat waktu terbaik, karena dia sempat menggantinya pada empat menit menjelang sesi kualifikasi usai. Tetapi ketika kembali lagi ke lintasan, juara dunia tujuh kali MotoGP tersebut tak mampu berbuat apa-apa sehingga dia kembali lagi ke garasi Ducati.

Marco Simoncelli, yang memasang target naik podium nomor tiga di Jerez, hanya mampu berada di posisi lima. Tetapi catatan waktunya masih lebih baik dari pebalap ketiga Repsol Honda, Andrea Dovizioso, yang menempati posisi enam.

Posisi selanjutnya ditempati Randy de Puniet (Pramac Racing), duo Yamaha Tech 3 Colin Edwards dan Cal Crutchlow, serta Hiroshi Aoyama (Gresini Honda), yang melengkapi komposisi 10 besar kualifikasi di GP Spanyol ini.

Bagi Stoner, keberhasilannya menempati pole membuka peluangnya untuk meraih kemenangan pertama di Jerez. Pasalnya, dari sembilan kali tampil di sini (untuk semua kelas), dia baru satu kali naik podium nomor tiga bersama tim Ducati pada musim 2009.

- Hasil kualifikasi GP Spanyol

1. Casey Stoner AUS Repsol Honda Team 1m 38.757s
2. Dani Pedrosa ESP Repsol Honda Team 1m 38.915s
3. Jorge Lorenzo ESP Yamaha Factory Racing 1m 38.918s
4. Ben Spies USA Yamaha Factory Racing 1m 39.390s
5. Marco Simoncelli ITA San Carlo Honda Gresini 1m 39.486s
6. Andrea Dovizioso ITA Repsol Honda Team 1m 39.709s
7. Randy de Puniet FRA Pramac Racing Team 1m 39.892s
8. Colin Edwards USA Monster Yamaha Tech 3 1m 39.895s
9. Cal Crutchlow GBR Monster Yamaha Tech 3 1m 40.019s
10. Hiroshi Aoyama JPN San Carlo Honda Gresini 1m 40.168s
11. Nicky Hayden USA Ducati Marlboro Team 1m 40.175s
12. Valentino Rossi ITA Ducati Marlboro Team 1m 40.185s
13. Hector Barbera ESP Mapfre Aspar Team 1m 40.217s
14. John Hopkins USA Rizla Suzuki MotoGP 1m 40.310s
15. Loris Capirossi ITA Pramac Racing Team 1m 40.523s
16. Karel Abraham CZE Cardion AB Motoracing 1m 40.601s
17. Toni Elias ESP LCR Honda MotoGP 1m 41.114s

Burgess Tak Khawatirkan Prospek Juara

KOMPAS.com — Bos kru Valentino Rossi, Jerry Burgess, tak khawatir mengenai peluang juara dunia MotoGP 2011 bagi sang pebalap. Menurutnya, yang terpenting adalah mereka terus berusaha memperbaiki performa pada seri-seri berikutnya.

Memang, pada seri perdana MotoGP 2011 di Qatar akhir pekan lalu, debut Rossi bersama Ducati tak terlalu mulus. Pasalnya, juara dunia tujuh kali MotoGP tersebut hanya mampu finis di urutan tujuh, setelah kalah bersaing dengan pebalap Yamaha, Ben Spies.

Tampaknya "The Doctor" masih perlu waktu untuk beradaptasi dengan mesin baru Desmosedici GP11. Akan tetapi, di sisi lain, pebalap berusia 32 tahun asal Italia tersebut masih memiliki masalah dengan bahu kanannya pasca-operasi pada pertengahan November tahun lalu, menyusul cedera akibat kecelakaan saat latihan motocross pada awal 2010. Rossi merasa kekuatannya baru 70 persen.

Sementara itu, para rival Ducati, yaitu tim Honda dan Yamaha, langsung tancap gas pada seri pembuka tersebut. Casey Stoner (Repsol Honda), yang naik podium nomor satu, dan Jorge Lorenzo (Yamaha) sebagai runner-up, tampaknya menjadi kandidat terkuat untuk menjadi juara musim ini.

Meskipun demikian, Burgess tetap santai menghadapi situasi tersebut. Dia mengaku tidak khawatir bahwa Rossi akan jauh tertinggal karena GP Qatar baru seri pembuka, dari total 18 seri dalam kalender MotoGP 2011.

"Saya tidak khawatir karena kami hanya bisa melakukan apa yang bisa kami kerjakan dan alasannya sudah jelas, apakah itu karena kebugaran atau hal-hal lain," ujar Burgess, kepada MCN.

"Ini selalu akan menjadi sebuah tugas yang berat dan kami tahu, jika dia tidak menjalani operasi lebih awal, maka akan perlu waktu enam atau tujuh bulan untuk masa penyembuhan. Ini mungkin bukan sebuah penyembuhan yang cepat," tuturnya.

Valentino Rossi setelah Race MotoGP Qatar

LOSAIL, Kompas.com - Debut Valentino Rossi bersama Ducati berlangsung kurang spektakuler. Pada seri perdana MotoGP 2011 di Sirkuit Losail, Qatar, Minggu (20/3/11), "The Doctor", yang start dari urutan sembilan, hanya mampu finis di posisi tujuh.

Hasil tersebut menunjukkan bagaimana kesulitan Rossi untuk beradaptasi dengan Desemosedici GP11 selama musim dingin. Selain itu, kondisi fisiknya yang belum fit 100 persen akibat gangguan pada bahu, ikut memberikan kontribusi negatif dalam laga tersebut.

Namun di sisi lain, Rossi mengaku menemukan hal positif pada seri perdana ini. Dia bisa memberikan instruksi yang lebih spesifik tentang apa yang harus dikerjakan, dalam menghadapi ketatnya persaingan musim 2011 ini.

Sebenarnya, pada awal perlombaan, Rossi sempat menggebrak. Ketika lampu merah, juara dunia tujuh kali MotoGP tersebut langsung melesat ke depan untuk menempati posisi dua menjelang tikungan pertama. Tetapi setelah itu, pebalap berusia 32 tahun asal Italia ini mulai mengalami kesulitan, termasuk ketika disalib oleh pebalap Yamaha, Ben Spies, dalam perebutan posisi keenam.

Meskipun demikian, Rossi menjadi pebalap terbaik untuk tim Ducati, karena finis di urutan tujuh. Mantan pebalap Honda dan Yamaha ini juga mencatat fastest lap bagi timnya, meskipun terpaut 0,687 detik dari pebalap Repsol Honda, Casey Stoner, yang merupakan pemenang.

"Tentu saja kami datang ke sini bukan untuk finis di posisi tujuh, tetapi ada hal positif dari balapan ini, dimulai dari waktu, karena kami juga bisa melaju lebih cepat," ujar Rossi. "Saya melakukan start yang bagus, dan itu adalah rasa yang menyenangkan karena tenaga motor ini sangat membantu ketika meluncur.

"Kemudian saya melakukan sebuah kesalahan kecil di tikungan pertama, yang mana membuat saya harus berada cukup lama di belakang Barbera untuk beberapa lap. Meskipun demikian, saya sempat dekat dengan Simoncelli dan Dovizioso (posisi 4 dan 5).

"Saya tidak bisa mengalahkan mereka, karena pada akhir balapan, saya tidak bisa bertahan lama untuk membalap seperti yang diinginkan.

"Saya tidak mengacu kepada Ducati karena tahun lalu, setelah bahuku luka, saya mendapatkan persoalan serupa pada beberapa bagian terakhir balapan. Lalu, sejak dua motor begitu berbeda, maka artinya ada sebuah persoalan bagi saya, tidak cuma secara fisik.

"Tak hanya itu. Kami juga harus memperbaiki motor karena yang lainnya sudah membuat sebuah langkah maju yang pesat sejak tahun lalu.

"Saya juga sudah banyak belajar dalam tes dan balapan ini, dan kami sudah memberikan instruksi yang sangat spesifik tentang apa yang harus dilakukan untuk yang akan datang, supaya bisa berubah pada putaran kedua musim ini, misalnya.

"Dalam waktu dekat, sebaliknya, kami akan mengerjakan pengesetan, dan terus belajar dari pengalaman dan saya akan selalu latihan yang bisa memulihkan kondisi fisik."

Sementara itu, rekan setim Rossi, Nicky Hayden, mengaku sulit untuk bersaing setelah nyaris terlibat dalam kecelakaan yang dialami Randy de Puniet pada lap pertama. Meskipun selamat, tetapi pebalap Amerika Serikat ini sudah tertinggal jauh dari pebalap-pebalap di depan, sehingga dia harus puas finis di posisi sembilan.

"Saya melakukan start yang buruk pada balapan ini, dan kemudian ketika de Puniet kecelakaan, saya nyaris terlibat dan berhenti. Saya senang tidak melindasnya, tetapi itu adalah hal yang buruk, karena saya akhirnya jauh tertinggal dari pebalap di depan," ujar Hayden, mantan juara dunia 2006.

"Kami memiliki banyak hal yang harus dikerjakan, tetapi ini baru seri pertama, dan tidak ada orang yang bisa mengatakan bahwa kami tidak berusaha."
Sumber :
crashnet

Qualifikasi MotoGP Qatar

Hasil lengkap kualifikasi MotoGP Qatar:

Pos Rider Team/Bike Time Gap
1. Casey Stoner Honda 1m54.137s
2. Dani Pedrosa Honda 1m54.342s + 0.205s
3. Jorge Lorenzo Yamaha 1m54.947s + 0.810s
4. Marco Simoncelli Gresini Honda 1m54.988s + 0.851s
5. Ben Spies Yamaha 1m55.095s + 0.958s
6. Hector Barbera Aspar Ducati 1m55.223s + 1.086s
7. Andrea Dovizioso Honda 1m55.229s + 1.092s
8. Cal Crutchlow Tech 3 Yamaha 1m55.578s + 1.441s
9. Valentino Rossi Ducati 1m55.637s + 1.500s
10. Colin Edwards Tech 3 Yamaha 1m55.647s + 1.510s
11. Randy de Puniet Pramac Ducati 1m55.656s + 1.519s
12. Hiroshi Aoyama Gresini Honda 1m55.724s + 1.587s
13. Nicky Hayden Ducati 1m55.881s + 1.744s
14. Loris Capirossi Pramac Ducati 1m56.323s + 2.186s
15. Karel Abraham Cardion Ducati 1m56.665s + 2.528s
16. Toni Elias LCR Honda 1m57.992s + 3.855s